Selasa, 24 Februari 2015

LADA (Piper ninggrum. L)

Tanah yang di pakai untuk pembibitan yaitu tanah yang bercampur dengan pasir, karena tanah kita di Bangka ini sudah mengandung pasir maka tidah perlu lagi mencampur tanah dengan pasir lagi.Tetapi tanah juga masih memerlukan bahan-bahan yang bisa membuat tanah itu menjadi subur dan gembur seperti, bahan organik,kapur.Dengan perbandingan tanah (8-10), organik (2), dan kapur (1). Tanah yang dicampur dengan bahan-bahan organik tersebut agar tanah tidak mengeras seperti bata, apabila dilakukan penyiraman sebelum penyemaian, tanah tersebut tetap gembur. Tanah yang dipakai harus tanah yang sudah mengalami proses pengayakan.Agar tidak ada bongkahan tanah yang besar dan tanah lebih halus. Apabila semua bahan sudah di campurkan,maka aduk tanah hingga merata, kemudian tanah yang sudah tercampur merata hendak nya di masuki kedalam polyban yang berukuran 15 x 20 cm.Dan sebelum dilakukan penyemaian media tanah harus di siram terlebih dahulu dan di beri hormon lain, misalnya urin sapi,atau air kelapa yang sudah dilarutkan kedalam air. Sebelum dilakukan penyemaian maka dilakukan penyiraman setiap hari selama satu minggu sebelum dilakukan penyemaian.Setelah kelembaban media tanah sudah sesuai,maka barulah dilakukan penyemaian bibit lada tersebut. Penyemaian dilakukan sesuai dengan pengerjaan kita.Penyemaian bisa dilakukan dengan stek 1 atau lebih,stek 1 menggunakan polybag yang berukuran 15 x 20 cm. Kriteria bibit lada yang unggul bisa dilihat secara visual yaitu, bibit kelihatan hijau mengkilat, batang nya kelihatan hijau semua,dan daun nya kelihatan seperti berair dan berwarna hijau.Apabila terdapat lada yang secara keseluruhan nya menguning, maka lada tersebut masih bisa di gunakan,karena lada disebut bukan diserang oleh hama atau pun penyakit, melainkan disebab oleh kekurangan zat makan yang di peroleh lada. Lada mempunyai beberapa varietas yaitu, lampung daun kecil, lampung daun lebar, jambi, petaling 1, petaling 2 dan lain-lain. Biasanya buah yang dihasilkan setiap varietas lada mempunyai perbedaan, seperti hal nya dengan varietas lampung daun kecil dan lampung daun lebar.Buah yang dihasilkan lampung daun kecil itu kelihatan besar, panjang, dan bijinya berukuran sedang, sedangkan lampung daun lebar buah nya besar,panjang dan bijinya juga lebih besar dari lampung daun kecil.Beda lagi dengan varietas jambi dengan petaling, varietas jambi buah nya besar,sidikit lebih panjang, tetapi biji yang di hasilkan kecil,karena ketebalan kulit buah.sedangkan varietas petaling, buah nya besar, pendek, tetapi bijinya besar. Hama dan penyakit yang menyerang pada tanaman lada adalah sebagai berikut : Hama : walang sangit, Penyakit : cendawan malam atau istilah Bangka nya kulat malam, ulat buku Lada yang terserang oleh cendawan/ kulat malam biasanya lada kelihatan menghitam secara keseluruhan,dan dilakukan secara cepat dalam penyerangan nya. Sedikit demi sedikit lada akan mati, dan daun dan buah lada akan mengalami korontokan. Lada yang terserang ulat buku akan menguning secara perlahan,apabila menyerang bagian atas tanaman lada, maka masih bisa di lakukan pencegahan dengan cara memotong bagian atas tanaman lada yang terserang ulat buku tadi.Agar tanaman bagian bawah tidak terserang juga. Pencegahan penyakit cendawan/ kulat malam bisa dilakukan dengan perlebaran lubang tanam,agar tidak mudah menular ke tanaman lada yang lain nya.Ukuran lubang tanam yaitu 40 x 50 cm. Junjung atau ajir yang digunakan untuk tanaman lada, bisa digunakan junjung hidup atau junjung mati, kedua junjung tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri yaitu, junjung hidup : tanaman lada bisa bertahan lama sampai 12 tahun, penghasilan nya pun lebih besar ( 1 meter junjung menghasilkan 1 kg biji lada), biaya yang dikeluar kan juga relatip lebih sedikit, dari dedaunan junjung hidup tersebut bisa dijadikan pupuk bagi tanaman lada, dan tidak mengambil dari hutan lagi, tetapi kelemahan junjung hidup adalah memakan waktu lebih lama, apabila lada sudah hidup, junjung nya bisa saja mati.Sedangkan junjung mati : tidak memakan waktu yang lama, tetapi junjung mati ini mengeluarkan biaya yang cukup besar, karena junjung susah dicari dan harus menebang dihutan, tanaman lada tidak bisa bertahan lama, penghasilan nya pun tidak memuaskan, karena dalam satu tanaman hanya menghasilkan 8 gr – 1 kg, dan harus menggunakan pupuk yang banyak. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik seperti : tilamit, fospat,NPK, kompos dan lain-lain. Sistem pemupukan dilakukan dengan membuat setengah lingkaran seperti bulan sabit di bagian dimana akar lada nya berada, agar pupuk lebih cepat di serap oleh tanaman lada.Dan pupuk juga bisa dilakukan dengan cara di tugal sebanyak 4 lubang tugal di setengah lingkaran yang dibuat tadi. Pemotongan pada lada bisa dilakukan apabila lada sudah menjalar pada junjung dan sudah cukup tinggi dan mempunyai umur yang sudah cukup untuk dipotong. Pemotongan bagian atas lada berjarak 60 cm dari bawah.Dan setelah dilakukan pemotongan atas, maka lada bagian bawah nya bisa subur, karena makanan yang diberikan hanya bagian bawah saja, tidak membagi dengan bagian atas lagi. Jarak tanam lada 2,5 meter, antara lada sau dengan yang lain nya.Kedalaman penanaman 40 x 50 cm. Kriteria buah yang sudah bisa dipanen adalah kulit buah berwarna orange ke merah-merahan, buah lebih besar, biji buah sudah keras, mengkilap. NAMA : RAUDATUL JANNAH NIM : 2051411029 KELAS : AGRIBISNIS 1B FAKULTAS : FPPB KELOMPOK : 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar