Selasa, 03 Maret 2015

makalah PIP semester 1

MAKALAH PENGANTAR ILMU PERTANIAN “MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN KOMERSIAL DI LAHAN YANG SEMPIT “ NAMA :Raudatul Jannah NIM :2051411029 JURUSAN : AGRIBISNIS 1 B FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN BIOLOGI UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG 2014 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berisi tentang Pengantar Ilmu Pertanian, yaitu “ meningkatkan produktivitas pertanian komersil di lahan yang sempit” Keberhasilan dalam menulis makalah ini tidak lepas dari dorongan, bimbingan dan bantuan dari pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah. Dengan ini kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Yudi Sapta Pranoto, SP.,M.Si 2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan sangat jauh dari sempurna karena keterbatasan waktu, pengetahuan, tenaga dan sumber-sumber pustaka yang penulis miliki. Sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi memperbaiki makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalh ini bisa bermanfaat bagi yang berkepentingan, penyusun khususnya dan pembaca umumnya. Balun Ijuk, 08 Desember 2014 Penulis Raudatul Jannah NIM:2051411029 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...................................................................................................I Kata Pengantar...........................................................................................................II Daftar Isi...................................................................................................................III BAB I Pendahuluan....................................................................................................1 a. Latar Belakang.....................................................................................................1 BAB II Rumusan Masalah.........................................................................................2 a. Permasalahan......................................................................................................2 b. Tujuan.................................................................................................................2 BAB III Pembahasan.................................................................................................3 BAB IV PENUTUP...................................................................................................6 a. kesimpulan..........................................................................................................6 b. Saran...................................................................................................................6 Daftar Pustaka............................................................................................................7 LAMPIRAN..............................................................................................................8 BAB I PENDAHULUAN I.a Latar Belakang Di Indonesia terkenal dengan nagara agraris yang banyak menghasilkan hasil pertaniannya. Di daerah kepulauan Bangka Belitung yang terkenal dengan hasil pertaniannya, yaitu lada, karet dan kelapa sawit. Dan hasil pertanian hortikultura lainnya yang hanya menghasilkan produktivitas sangat rendah. Di Bangka Belitung terancam dengan lahan yang sempit atau terbatas, karena banyaknya tambang timah yang tanah bekas TI tidak bisa diolah lagi, di sebabkan tanah tersebut tidak mengandung unsur hara di dalamnhya. Jadi, di dalam makalah ini akan membahas cara meningkatkan produktivitas pertanian komersial di lahan yang sempit. Petani adalah sekelompok orang yang tingal di desa untuk memenuhi kebutuhan dan mengelolah lahan atau Petani merupakan golongan masyarakat yang banyak ditemukan di berbagai tempat di pedesaan. Mereka adalah orang-orang yang hidup dari usaha budidaya dengan memanfaatkan sumber-sumber yang disediakan alam. Usaha tani yang dilakukan masyarakat merupakan jenis usaha yang sudah sangat lama dan dikenal oleh masyarakat sejak manusia mulai menetap. Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan. Dan pertanian komersial adalah suatu usahatani dengan sumua hasil pertanian dijual kepasar dan ditujukan untuk tujuan keuntungan. Pada dasarnya pertanian komersil mempunyai 2 kegiantan, yaitu : On Farm dan Off farm. 1 BAB II RUMUSAN MASALAH II.a Permasalahan 1. Apa yang dimaksud dengan pertanian komersil ? 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam meningkatkan produktivitas pertanian komersial dilahan yang Sempit ? 3. Teknik-teknik apa saja yang bisa di gunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian komersial dilahan yang sempit ? ii.b Tujuan 1. Untuk mengetahui metode yang di gunakan dalam meningkatkan produktivitas Petani komersial di lahan yang sempit. 2. Mengukur hasil produk pertanian komersial di lahan yang sempit. 2 BAB III PEMBAHASAN Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim. Pertanian dalam arti luas terdiri dari lima sub sektor, yaitu tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Sebagian besar hasil pertanian adalah bahan makanan terutama beras yang dikonsumsi sendiri dan seluruh hasil perkebunan adalah ekspor. Wilayah pedesaan yang bercirikan pertanian sebagai basis ekonomi sedangkan wilayah perkotaaan yang tidak lepas dari aktivitas ekonomi baik yang sifatnya industri, perdagangan maupun jasa mengalami pertentangan luar biasa di dalam rata-rata pertumbuhan pembangunan. Dengan kemajuan yang dicapai sektor pertanian tanaman pangan, maka pembangunan sektor industri yang didukung sektor pertanian juga semakin maju. Pertanian komersil adalah suatu usahatani dengan semua hasil pertanian dijual ke pasar dan ditujukan untuk tujuan keuntungan. Pada dasarnya pertanian komersil mempunyai 2 kegiatan, yaitu : On Farm dan Off farm. 1. On farm adalah suatu kegiatan pertanian yang produk (usaha tani) dilakukan dilahannya sendiri. Petani sebagai pemilik, oleh karena itu petani perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan di dalam bidang pertanian dan petanilah yang melakukan segala usahatani dari mulai menyediakan masukan, produksi dan pengeluaran yaitu pengolahan dan pemasaran. 2. Off farm adalah suatu kegiatan yang dilakukan diluar lahan pertanian tetapi masih berkaitan dengan produk usahatani. Suatu kegiatan pertanian yang proses produksinya pertanian dilakukan oleh petani selaku pekerja. Faktor-faktor yang mendukung dalam meningkatkan produktivitas pertanian komersil di lahan yang sempit Di dalam pertanian komersil yang biasanya melakukan usaha tani di lahan yang luas, tetapi di dalam makalah ini akan menerapkan usaha tani pertanian komersil di lahan yang sempit,yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitasnya. 3 Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam meningkatkan produktivitas pertanian komersil dilahan yang sempit, yaitu sebagai berikut : 1. Pengolahan lahan, 2. Penataan tanaman, 3. Pemeliharaan atau perawatan tanaman, 4. Panen dan pasca panen. Pengolahan lahan adalah proses utama dalam bertani. Tetapi disini pengolahan lahan tidak memerlukan tenaga yang banyak, karena lahan yang digunakan sangat terbatas. Misalnya di pekarangan rumah. Pengolahan lahan juga akan mempengaruhi hasil produktivitas seorang petani. Dalam hal ini pengolahan lahan harus diperhatikan semaksimal mungkin, agar produktivitas menjadi lebih meningkat. Pengolahan tanah tidak mesti di lahan langsung, tetapi tanah tersebut bisa di kelola di dalam pot, paralon atau wadah yang lainnya. Penataan tanaman, yaitu kegiatan dalam membudidayakan berbagai tanaman untuk menghasilkan produk pertanian yang lebih tinggi dan berkualitas. Di dalam penataan tanaman juga memerlukan teknik, agar lahan tersebut bisa memperoleh hasil yang maksimal. Misalnya bisa membuat rak bertingkat tempat tanaman tersebut, di gantung, atau di tempelkan di tembok-tembok rumah. Pada penataan tanaman juga dikenal dengan tumpang sari atau tumpang gilir, tumpang sari atau tumpang gilir bisa di lakukan pada lahan yang sempit, dengan cara membudidayakan berbagai macam tanaman dan melakukan pergiliran tanaman di lahan tersebut. Pemeliharaan atau perawatan tanaman merupakan kegiatan dalam meningkatkan hasil produktivitas yang baik. Pemeliharaan atau perawatan diantaranya, yaitu : menyiram, memupuk, menyiangi gulma, memberantas hama dan penyakit pada tanaman. Pemeliharaan atau perawatan tanaman adalah kegiatan rutinitas seorang petani supaya bisa menghasilkan produk yang berkualitas baik dan bisa menghasilkan tanaman yang bisa dijamin hasil panennya, meskipun berada di lahan yan sempit atau terbatas. yang sering membuat tanaman gagal panen dan menurunkan produktivitasnya antaralain: merawat tanaman yang kurang maksimal, sehingga tanaman dikatakan kurang bagus, misalnya dalam memupuk tanaman, tanaman di pupuk sesuai dengan dosis, ketepatan waktu dan pupuk apa yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. 4 Panen dan pasca panen adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh petani. Panen dan pasca panen ini sangat mempengaruhi produktivitas hasil pertanian. Oleh karena itu, panen dan pasca panen itu harus memperhatikan: cara memanen yang baik, ketepatan dalam memanen, penyortiran hasil panen, pengemasan hasil panen dan pemasaran hasil panen. Teknik-teknik dalam meningkatkan produktivitas pertanian komersil di lahan yang sempit 1. Tumpang sari 2. Pertanian organik 3. Hydroponik Tumpang sari adalah membudidayakan berbagai tanaman dalam satu lahan. Tumpang sari ini bisa di lakukan di lahan yang terbatas, karena dengan tumpang sari petani bisa meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Di dalam tumpang sari ini bisa melakukan penghematan pupuk, air, lahan, dan lain-lain. Apa lagi dilahan yang terbatas atau di perkarangan rumah, jadi lebih mudah dalam perawatan tanaman yang di budidaya tersebut. Pertanian organik adalah pertanian yang cara membudidayakan suatu tanaman dengan bahan-bahan organik, baik pengolahan lahan, perawatan tanaman, dan panen atau pasca panennya. Pertanian organik yaitu teknik untuk pertanian komersil untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, karena harga jual hasil pertanian organik di bilang sangat mahal, maka pertanian organik sangat cocok untuk meningkatkan produktivitas pertanian komersial di lahan yang terbatas. Hydroponik merupakan teknik budidaya dengan menggunakan media air atau tanpa menggunakan media tanah (misalnya, krikil, sabut kelapa, sekam, pecahan genteng, pecahan batu bata dan lain-lain). Di dalam hydroponik terdapat metode-metode, yaitu antara lain : kultur air, substrat, rakit apung, NFT (Nutrien Film Technique), aeroponik, NFT+ rakit apung, aeroponik+rakit apung. Hydroponik ini bisa di budidayakan di lahan yang sempit atau terbatas. Hydroponik adalah teknik yang bisa digunakan Untuk meningkatkan produktivitas pertanian komersil di lahan yang sempit, karena hydroponik mudah di budidayakan di lahan yang sangat terbatas, 5 BAB IV PENUTUPAN IV.a Kesimpulan Pertanian komersial adalah suatu usahatani dengan sumua hasil pertanian dijual kepasar dan ditujukan untuk tujuan keuntungan. Pada dasarnya pertanian komersil mempunyai 2 kegiantan, yaitu : On Farm dan Off farm. Faktor-faktor yang mendukung dalam meningkatkan produktivitas pertanian komersil di lahan yang sempit yaitu : 1. Pengolahan lahan 2. penataan tanaman 3. pemeliharaan atau perawatan tanaman 4. panen dan pasca panen Dan teknik-teknik yang akan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian komersil di lahan yang sempit adalah sebagai berikut : 1. Tumpang sari 2. Pertanian organik 3. Hydroponik IV.b Saran 1. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian komersil dilahan yang sempit dapat menggunakan teknik-teknik dan mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhinya. 2. Bagi pembaca makalah diharapkan untuk menerapkan cara meningkatkan produktivits pertanian dilahan yang sempit. 3. Untuk memanfaatkan lahan yang sempit sebagai tempat budidaya tanaman. 6 DAFTAR PUSTAKA Juski. 2012. Faktor keberhasilan dalam usaha tani. https://justkie.wordpress.com/2012/05/15/masalah-dan-faktor-keberhasilan-dalam-usaha-tani/ . ( 03 Desember 2014 ). . . Pertanian . http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian. ( 03 Desember 2014 ). Adi Sanjaya. 2010. Petani subsisten dan komersial. http://adisanjaya24.blogspot.com/2010/10/judul-petani-kelapa-dari-subsistensi-ke.html ( 03 Desember 2014 ). Stevan. 2010. Petani. http://artikata.com/arti-353282-tani.html ( 03 Desember 2014) Tono Themy. 2012. Agribisnis. http://tonothemycry.blogspot.com/2012/03/sistem-agribisnis.html. ( 03 Desember 2014 ) Robiatul Hadawiyah. 2013. Meningkatkan produksi pertanian. http://robiatulhadawiyah.wordpress.com/2013/01/27/cara-untuk-meningkatkan-produksi-pertanian/ ( 03 Desember 2014 ) Cakra Putra. 2013. Pemanfaatan lahan perkarangan. http://pesonaagro.wordpress.com/2013/06/22/pemanfaatan-lahan-pekarangan-rumah/pdf. ( 03 Desember 2014 ). Abdi . 2013. Peningkatan pertanian. http://fungsi-media-internet.blogspot.com/2013/05/usaha-peningkatan-pertanian.html ( 03 Desember 2014 ). 7 LAMPIRAN 8